Bloksistem imun dan hematologi diberikan pada mahasiswa semester 3 dengan tujuan memperkenalkan ilmu-ilmu dasar keperawatan. Blok ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang sistem imun dan hematologi sesuai tingkat usia manusia. Jumlah SKS total adalah 5 SKS yang terdiri atas 2 SKS kuliah, 1 SKS
xyphoideus, dengan pinggir tajam, permukaan rata, konsistensi kenyal, dan nyeri tekan. Hasil pemeriksaan hematologi dapat dilihat pada tabel 1 da n pemeriksaan kimia klinik pada tabel 2 . Tabel 1. Hasil pemeriksaan hematologi Parameter Hasil Satuan Nilai Rujukan Hemoglobin 6,5 g/dL 10,2 -15,2 Leukosit 17.800 /mm 3 5.000 -17.000
fisiksistem neuro ptdk4, istilah medis veteriner diary veteriner, terminologi medis genetalia pria aep nurul hidayah, rynto medical record apa itu rekam medis, irsa22 isi rekam medis, medis beauty pemeriksaan fisik neurologi, pengkajian fisik dan diagnostik sistem endokrin, pemeriksaan fisik head to toe nandarnurse blogspot com,
Anakperempuan usia 6 tahun, dengan klinis demam, batuk, dan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan suara napas di rongga dada kanan. Hasil pemeriksaan radiologis didukung ultrasonografi tampak gambaran efusi pleura kanan yang sebagian sudah terorganisasi. Hasil uji laboratorium didapatkan leukositosis dan hasil tes
Respirasidan Hematologi; Blok 5– Sistem Sensori dan Integumentum; Blok dan Persepsi; Blok 6– Integumentum; Blok 7– Imun dan Hematologi; Blok 8– Kardiovaskular; Blok 9– Respirasi); Blok 10- Blok 11- Sistem pemeriksaan fisik, pendapat dan rekomendasinya harus dicatat lengkap serta ditanda tangani. 8. Pada kasus observasi
gejalaklinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan hematologi dan kimia darah, pemeriksaan radiografi, ultra-sonografi, endoskopi dan biopsy (Fossum, 2002). METODOLOGI menurunkan sistem imun tubuh, se-hingga menyebabkan keadaan tubuh yang lemas dan meningkatkan ting-kat stress pada penderita. Menurut
Lebihdari 20 juta+ gambar dan foto berkualitas yang telah dibagikan oleh komunitas kami yang berbakat. Login. Login Facebook Login Google. Ingat Saya Lupa Sandi ? Top Pdf Pemeriksaan Fisik Sistem Imun Hematologi - 123Dok.com. Tipe Gambar. webp. Dimensi Gambar. 550 x 400 px. Besaran Gambar. 22.36 KiB. Lisensi Gambar.
Pemamaparanmateri. Sistem Imun dan Hematologi. Oleh : Andi Suryawan Andriyadi Hengky Tornado Fitriyani Dhini Rizky Pratama Pengertian Sistem Imun • Sistem Imun (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit.
hemoglobindan hematokrit) dan sistem imun (titer antibodi) akibat infeksi EPEC (Enteropathogenic Eshericchia coli) penyebab diare. Perlakuan YDP memiliki kadar air feses 48,42%, jumlah eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit masing-masing adalah 8,58 10 6/μl, 14,14x10/ μl,13,98 g/dL dan 47,67 mL %. Titer antibodi adalah
I9ZN. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK IMUNOLOGI & HEMATOLOGI dr. Riska Yulinta Viandini, MMR + Pengertian Sistem Imun n Sistem Imun bahasa Inggris immune system adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor. n Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. + Letak Sistem Imun + Fungsi dari Sistem Imun n Sumsum Semua sel sistem kekebalan tubuh berasal dari sel-sel induk dalam sumsum tulang. Sumsum tulang adalah tempat asal sel darah merah, sel darah putih termasuk limfosit dan makrofag dan platelet. Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh juga terdapat di tempat lain. n Timus Dalam kelenjar timus sel-sel limfoid mengalami proses pematangan sebelum lepas ke dalam sirkulasi. Proses ini memungkinkan sel T untuk mengembangkan atribut penting yang dikenal sebagai toleransi diri. n Getah bening Kelenjar getah bening berbentuk kacang kecil terbaring di sepanjang perjalanan limfatik. Terkumpul dalam situs tertentu seperti leher, axillae, selangkangan dan para-aorta daerah. Pengetahuan tentang situs kelenjar getah bening yang penting dalam pemeriksaan fisik pasien. n Mukosa jaringan limfoid terkait MALT Di samping jaringan limfoid berkonsentrasi dalam kelenjar getah bening dan limpa, jaringan limfoid juga ditemukan di tempat lain, terutama saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran urogenital. + Anatomi Sistem Imun + Mekanisme Pertahanan non Spesifik.. .. n Dilihat dari caranya diperoleh, mekanisme pertahanan non spesifik disebut juga respons imun alamiah. Yang merupakan mekanisme pertahanan non spesifik tubuh kita adalah kulit dengan kelenjarnya, lapisan mukosa dengan enzimnya, serta kelenjar lain dengan enzimnya seperti kelenjar air mata. Demikian pula sel fagosit sel makrofag, monosit, polimorfonuklear dan komplemen merupakan komponen mekanisme pertahanan non spesifik. + Mekanisme Pertahanan Spesifik.. .. n Bila pertahanan non spesifik belum dapat mengatasi invasi mikroorganisme maka imunitas spesifik akan terangsang. Mekanisme pertahanan spesifik adalah mekanisme pertahanan yang diperankan oleh sel limfosit, dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya seperti sel makrofag dan komplemen. Dilihat dari caranya diperoleh maka mekanisme pertahanan spesifik disebut juga respons imun didapat. + Mekanisme Pertahanan non Spesifik + Mekanisme Pertahanan Spesifik Imunitas Humoral dan Selular n Imunitas humoral adalah imunitas yang diperankan oleh sel limfosit B dengan atau tanpa bantuan sel imunokompeten lainnya. T u ga s s e l B a k a n d i l a k s a n a k a n o l e h imunoglobulin yang disekresi oleh sel plasma. Terdapat lima kelas imunoglobulin yang kita kenal, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD, dan IgE. n Imunitas selular didefinisikan sebagai suatu re s p o n s i m u n t e r h a d a p a n t i ge n ya n g diperankan oleh limfosit T dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya. + Antibodi Immunoglobulin n Antibodi bahasa Inggris antibody, gamma globulin adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut. + Pembagian Immunglobulin n Antibodi A bahasa Inggris Immunoglobulin A, IgA adalah antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas mukosis enmucosal immune. IgA banyak ditemukan pada bagian sekresi tubuh liur, mukus, air mata, kolostrum dan susu sebagai sIgA ensecretory IgA dalam perlindungan permukaan organ tubuh yang terpapar dengan mencegah penempelan bakteri dan virus ke membran mukosa. Kontribusi fragmen konstan sIgA dengan ikatan komponen mukus memungkinkan pengikatan mikroba. n Antibodi D bahasa Inggris Immunoglobulin D, IgD adalah sebuah monomer dengan fragmen yang dapat mengikat 2 epitop. IgD ditemukan pada permukaan pencerap sel B bersama dengan IgM atau sIga, tempat IgD dapat mengendalikan aktivasi dan supresi sel B. IgD berperan dalam mengendalikan produksi autoantibodi sel B. Rasio serum IgD hanya sekitar 0,2%. + n Antibodi E bahasa Inggris antibody E, immunoglobulin E, IgE adalah jenis antibodi yang hanya dapat ditemukan pada mamalia. IgE memiliki peran yang besar pada alergi terutama pada hipersensitivitas tipe 1. IgE juga tersirat dalam sistem kekebalan yang merespon cacing parasit helminth seperti Schistosoma mansoni, Trichinella spiralis, dan Fasciola hepatica, serta terhadap parasit protozoa tertentu seperti Plasmodium falciparum, dan artropoda. n Antibodi G bahasa Inggris Immunoglobulin G, IgG adalah antibodi monomeris yang terbentuk dari dua rantai berat dan rantai ringan γ, yang saling mengikat dengan ikatan disulfida, dan mempunyai dua fragmen antigen-binding. Populasi IgG paling tinggi dalam tubuh dan terdistribusi cukup merata di dalam darah dan cairan tubuh dengan rasio serum sekitar 75% pada manusia dan waktu paruh 7 hingga 23 hari bergantung pada sub-tipe. + n Antibodi M bahasa Inggris Immunoglobulin M, IgM, macroglobulin adalah antibodi dasar yang berada pada plasma B. Dengan rasio serum 13%, IgM merupakan antibodi dengan ukuran paling besar, berbentuk pentameris 10 area epitop pengikat, dan teredar segera setelah tubuh terpapar antigen sebagai respon imunitas awal enprimary immune response pada rentang waktu paruh sekitar 5 hari. Bentuk monomeris dari IgM dapat ditemukan pada permukaan limfosit-B dan reseptor sel-B. IgM adalah antibodi pertama yang tercetus pada 20 minggu pertama masa janin kehidupan seorang manusia dan berkembang secara fitogenetik enphylogenetic. Fragmen konstan IgM adalah bagian yang menggerakkan lintasan komplemen klasik. + Pengertian Hematologi.. n H e m a t o l o g i adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya. Asal katanya dari bahasa Yunani haima artinya darah. + Pengertian Darah n Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Komponen Penyusun Darah + PEMERIKSAAN SISTEM IMUN HUMORAL A. Pemeriksaan Sistem Imun Humoral Umum 1. Pemeriksaan Imunoglobulin Pengukuran imunoglobulin mutlak diperlukan pada infeksi berulang berat. a. Hemaglutinasi Merupakan cara untuk menemukan antibodi atas dasar aglutinasi sel darah merah. Uji “Coombs Direk” merupakan cara untuk menentukan antibodi yang dapat mengaglutinasikan sel darah merah + Uji “Coombs Indirek” merupakan cara untuk menentukan antibodi yang tidak begitu efektif untuk mengaglutinasikan sel darah merah. Aglutinasi terjadi melalui yang sudah disensitisasi dengan antigen tertentu. + b. Reaksi Presipitasi Presipitasi dapat terjadi bila antibodi bereaksi dengan antigen yang larut. Bila reaksi terjadi dengan bantuan medium / agar, akan terbentuk lengkung presipitasi. + 2. Pemeriksaan Autoantibodi a. Autoantibodi Organ Spesifik b. Autoantibodi nonorgan spesifik 3. Pemeriksaan Komplemen Complement Fixation Test Kadar yang meningkat sering ditemukan pada proses inflamasi akut. Komponen komplemen dibagi menjadi a. Komponen dini pada jalur klasik C1, C4 & C2 b. Komponen dini pada jalur alternatif faktor B, D & P c. Komponen lambat pada kedua jalur C3 & C9 + + 4. Pemeriksaan Kompleks Imun Kompleks patogen yang potensial ditemukan dalam sirkulasi bila ada antigen yang berlebihan. Kompleks imun berperan pada berbagai penyakit seperti arthritis rheumatoid, glomerulonefritis, poliarthritis dan endokarditis. Adanya kompleks imun dapat dibedakan dengan 2 cara a. Analisi spesimen jaringan untuk melihat komponen endapan kompleks imun dengan teknik imunofluoresen. b. Kompleks imun dalam serum atau cairan tubuh lain. + B. Pemeriksaan Sistem Imun Humoral Khusus 1. Radioimmunoassay RIA 2. Radioallergosobent Test 3. Competition RIA 4. Radio Immunosorbent Test RIST 5. Sandwhich RIA 6. Immunoradiometric Assay 7. Enzyme Linked Immunosorbent Assay ELISA 8. Fluoresence Immuno Assay 9. Immunodouble Diffusion ID Ouchterlony 10. Countercurrent Electrophoresis 11. Single Radial Immunodouble Diffusion Mancini 12. Rocket Electrophoresis 13. Immunoelectrophoresis + PEMERIKSAAN SISTEM IMUN SELULER A. Pemeriksaan Limfosit 1. Kuantitas Sel a. Isolasi Sel Ficoll Isopaque + b. E Rosette Sel T manusia memiliki reseptor untuk sel darah merah biri – biri. Bila kedua sel tersebut dicampur maka akan terbentuk “rosette”. c. EA Rosette Sel T dapat dibedakan dari sel B yang tidak membentuk rosette. Cara lain untuk menunjukkan rosette yaitu dengan menggunakan reseptor lain yang ada pada permukaan sel T. + d. Flow Cytometry Alat yang dapat menghitung serta membedakan satu sel dengan sel yang lain. Sel dilabel dengan 2-3 bahan flueresence yang berbeda. + 2. Pemeriksaan Fungsi Limfosit a. Transformasi Limfosit b. Leucocyte Migration Inhibition Test LMI c. Pemeriksaan Sitotoksisitas d. Uji proliferasi e. Mixed Lymphocyte Culture Reaction MLCR f. Plaque Forming Cell PFC + B. Pemeriksaan Neutrofil & Monosit 1. Pemeriksaan Kuantitatif a. Rebuck Skin Window b. Kemotaksis c. Fagositosis +
0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesPemeriksaan Fisik Sistem Imun Hematologi PEMERIKSAAN FISIK SISTEM IMUN HEMATOLOGI BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistim atau suatu organ tubuh dengan cara melihat inspeksi, meraba palpasi, mengetuk perkusi dan mendengarkan auskultasi. Raylene M Rospond,200! "er $. %yra&ati,200.Pemeriksaan fisik adalah metode pengumpulan data yang sistematik dengan memakai indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan rasa untuk mendeteksi masalah kesehatan klien.'ntuk pemeriksaan fisik pera&at menggunakan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi raen * +irnle, 2000! Potter * Perry, ! o/ier et al., .Pemeriksaan fisik dalam kepera&atan digunakan untuk mendapatkan data obektif dari ri&ayat kepera&atan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan &a& pengkaian fisik kepera&atanadalah pada kemampuan fungsional , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka pera&at mengkai apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atautidak. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas adapun masalah yang dapat kami kaji dalam makalah iniyaitu . pa yang dimaksud dengan pengkaian fisik32. 4agaimana pengkaian umum sistem hematologi35. 4agaimana pengkaian fisik36. 4agaimana pendekatan pengkaian fisik3. 4agaimana pengkaian sistem kekebalan tubuh7. pa saa pemeriksaan penunang untuk sistem imun hematologi3 C. Tujuan Dalam pembuatan makalah ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu . 'ntuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pengkaian 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian umum sistem 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian 'ntuk mengetahui bagaimana pendekatan pengkaian fisik.. 'ntuk mengetahui bagaimana pengkaian sistem kekebalan tubuh7. 'ntuk mengetahui apa saa pemeriksaan penunang untuk sistem imun hematologi. D. Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini semoga makalah ini bisa membantu mahasiswauntuk lebih mengetahui tentang pengkajian fisik pada sistem imun hematologi dan menambahwawasan pengetahuan mahasiswa tentang bagaimana pengkajian pada sistem imun hematologi. BAB IIPEMBAHASANA. Defns . Pemeriksaan fisik merupakan peninauan dari uung rambut sampai uung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi obektif tentang klien dan memungkinkan pera&at untuk mebuat penilaian klinis. eakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut.Potter dan Perry, 200.2. Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif, memastikan8membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan kepera&atan yang tepat bagi klien. $e&i 9artika, 200 B. Pengkajan Umum Sstem Hemat!l!g Pengkaian fisik adalah keterampilan paling esensial yang memerlukan banyak latihan dalam melakukannya. "uuan melakukan pengkaian fisik adalah untuk mengembangkan pemahaman tentang masalah medis pasien dan membuat diagnosis banding. Pengkaian pada klien dengan gangguan hematologi perlu dilakukan dengan teliti, sistematis, serta memahami dengan baik fisiologis dari setiap organ system hematologi. +al ini perlu dilakukan agar kemungkinan adanya kesulitan dikarenakan gambaran klinis atau tanda serta geala yang hampir sama antara gangguan hematologi primer dan sekunder dapat diminimalkan.nformasi dilakukan baik dari klien maupun keluarga tentang ri&ayat penyakit dan kesehatan dapat dilakukan dengan anamnesis ataupun pemeriksaan fisik. gar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah, sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan identitas klien, keluhan utama, ri&ayat kesehatan, keadaan fisik, psikologis, sosial, spiritual, intelegensi, hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data kepera&atan pada tahap pengkaian adalah &a&ancara interview, pengamatan observasi, dan pemeriksaan fisik pshysical assessment. dan studi dokumentasi. ". a$an%ara 4iasa uga disebut dengan anamnesa adalah menanyakan atau tanya a&ab yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. $alam berkomunikasi ini pera&at mengaak klien dan keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaannya yang diistilahkan teknik komunikasi terapeutik. Ma%am $a$an%ara a. Aut! anamnesa yaitu &a&ancara dengan klien langsung b. All! anamnesa yaitu &a&ancara dengan keluarga 8 orang terdekat. Teknk Pengum&ulan Data 'ang urang Efektf a. Pertanyaan tertutup ; tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat 8 keluhan 8 respon. misalnya ; c. Menyelidiki ; mengaukan pertanyaan yang terus-menerusd. Menyetuui 8 tidak menyetuui. Menyebutkan secara tidak langsung bah&a klien benar atau salah. Misalnya ; *. +,ser-as "ahap kedua dalam pengumpulan data adalah pengamatan, dan pada praktiknya kita lebihsering menyebutnya dengan obserasi. ?bserasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan kepera&atan klien. "uuan dari obserasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra. ontoh kegiatan obserasi misalnya ; terlihat adanya kelainan fisik, adanya perdarahan, ada bagian tubuh yang terbakar, bau alkohol, urin, feses, tekanan darah, heart rate, batuk, menangis, ekspresi nyeri, dan lain-lain. . Pemerksaan /sk "ahap ketiga dalam pengumpulan data adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dalamkepera&atan digunakan untuk mendapatkan data obektif dari ri&ayat kepera&atan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan &a&ancara. 1okus pengkaian fisik kepera&atan adalah pada kemampuan fungsional klien. Misalnya , klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka pera&at mengkai apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak."uuan dari pemeriksaan fisik dalam kepera&atan adalah untuk menentukan status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah klien dan mengambil data dasar untuk menentukanrencana tindakan kepera&atan.da 6 teknik dalam pemeriksaan fisik yaitu ; a. Ins&eks nspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. ahaya yang adekuat diperlukan agar pera&at dapat membedakan &arna, bentuk dan kebersihan tubuh klien. 1okus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi ; ukuran tu,uh0 $arna0 ,entuk0 &!ss0 smetrs . $an perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. ontoh ; mata kuning ikterus, terdapat struma di leher, kulit kebiruan sianosis, dan lain-lain. ,. Pal&as Palpasi adalah suatu teknik yang menggunakan indera peraba. "angan dan ari-ari adalahinstrumen yang sensitif digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya tentang ; temperatur, turgor, bentuk, kelembaban, ibrasi, ukuran. Langkah1langkah 2ang &erlu 3&erhatkan selama &al&as iptakan lingkungan yang nyaman dan "angan pera&at harus dalam keadaan hangat dan kering5 uku ari pera&at harus dipotong 9emua bagian yang nyeri dipalpasi paling ; adanya tumor, oedema, krepitasi patah tulang, dan lain-lain. %. Perkus Perkusi adalah pemeriksaan dengan alan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya kiri kanan dengan tuuan menghasilkansuara. Perkusi bertuuan untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi aringan. Pera&at menggunakan kedua tangannya sebagai alat untuk menghasilkan suara. A3a&un suara1suara 2ang 3jum&a &a3a &erkus adalah ; S!n!r ; suara perkusi aringan yang Re3u& ; suara perkusi aringan yang lebih padat, misalnya di daerah paru-paru pada pneumonia.
0% found this document useful 0 votes811 views12 pagesDescriptionpemfis sistem imunCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes811 views12 pagesPemeriksaan Fisik Sistem Imun HematologiJump to Page You are on page 1of 12 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
pemeriksaan fisik sistem imun dan hematologi