Prosedurkerja: 1. Isilah masing-masing mengkuk dengan air hangat, air mineral biasa, dan es batu. 2. Masukkan termometer pertama ke dalam mangkuk berisi air hangat dan termometer kedua ke dalam mangkuk berisi es batu, lalu diamkan sejenak. Perhatikan skala yang ditunjukkan oleh kedua termometer, kemudian catat hasilnya dalam tabel. Kalorjenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat sehingga suhunya naik sebesar 1 0 C. Kapasitas kalor air mendidih pada suhu 100 0 C. Titik didih suatu zat dapat diubah-ubah dengan cara: tekanan ditambah maka titik didihnya naik, tekanan dikurangi, maka titik didihnya turun, dan menambahkan ketidakmurnian zat maka Pemuaianzat padat, zat cair, dan gas menunjukkan karakteristik yang berbeda. Pemuaian dapat digambarkan sebagai berikut, jika sekelompok orang berdiri dan tidak bergerak mereka dapat berdiri berdekatan, sehingga tidak membutuhkan ruang yang besar, tetapi jika orang-orang tersebut mulai bergerak, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar. Molekulmolekul itu tidak lagi berjauhan sehingga tarikan di antara molekul tersebut menjadi lebih kuat. Jika suhunya cukup rendah, molekulmolekul gas akan mengumpul dan gas itu akan menjadi zat cair. Artinya: “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Pernyataan ini disebut Hukum Hess, rumus yang dapat dipakai yaitu ΔH reaksi = ΔH 1 + ΔH 2 +. Hambatannilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm. HUKUM HUKUM LISTRIK DINAMIS. 1. Hukum Kirchoff. Arus listrik yang melalui suatu penghantar dapat kita pandang sebagai aliran air sungai. Jika sungai tidak bercabang, jumlah Perubahanfase tersebut dapat dirumuskan: gas padat cair Saat terjadi perubahan wujud zat, keadaan tersebut disebut sebagai fase transisi. Kalor yang diserap ataupun dilepaskan oleh sistem, tidak digunakan untuk menaikkan suhu lagi, namun digunakan untuk merubah wujud dari zat tersebut. Sehingga pada fase transisi, suhu tetap dan terjadi Berdasarkanperhitungan tersebut, diketahui bahwa koefisien muai panjang untuk logam tembaga adalah 0,000017 °C-1. Dari pernyataan tersebut dapat kita definisikan bahwa koefisien muai panjang suatu zat padat adalah bilangan yang menunjukkan pertambahan panjang suatu zat bila suhunya dinaikkan sebesar 1 K atau 1 °C. Berdasarkanhasil percobaan, menunjukan bahwa asetosal merupakan zat padat yang bersifat eksoterm yaitu zat padat yang berkurang kelarutannya jika suhunya dinaikan. Karena suatu larutan jenuh yang berhubungan dengan kelebihan solut membentuk kesetimbangan dinamik, maka bilamana sistem tersebut di ganggu, efek gangguan tersebut A akan berkurang panjangnya 0,000029 cm bila suhu dinaikkan 1 0 C . B. angka yang menunjukkan berkurangnya panjang suatu zat tiap 1 cm jika suhunya dinaikkan 1 0 C . Keping bimetal terdiri dari dua keping yang memiliki koefisien muai panjang berbeda dikeling menjadi satu. Jika keping bimetal tersebut dipanaskan, maka akan melengkung ke Jika suatu sistem kesetimbangan menerima suatu aksi, maka sistem tersebut molekul, maka tekanan akan berkurang. Berdasarkan uraian tersebut diatas, menunjukkan bahwa kenaikan tekanan Dari kedua tabel tersebut terdapat perbedaan, pada reaksi pertama jika suhunya diperbesar harga Kp makin kecil, ini berarti zat hasil makin sedikit Keduagangguan tersebut akan menimbulkan suatu keadaan dimana oksigen dalam darah berkurang (hipoksia) yang disertai dengan peningkatan kadar karbondioksida (hiperkapnea) melainkan dipengaruhi oleh konsentrasi zat terlarut tersebut. Jika dilihat dari konsentrasi (molal) suatu zat antara sukrosa 0,5m dengan sukrosa 1m dan NaCl 0,5m dengan Umumnyazatwarna yang digunakan adalah garam-garam yang dibangun oleh ion-ion yang bermuatanpositif dan negatif dimana salah satu ion tersebut berwarna. Zat warna dikelompokkanmenjadi dua, yaitu zat pewarna yang bersifat asam dan basa. Jika ion yang mengandungwarna adalah ion positif maka zat warna tersebut disebut pewarna basa. Energikimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. 54W9x. Uploaded byHesti 100% found this document useful 1 vote1K views6 pagesDescriptionBerisi soal fisika smk kelas xCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote1K views6 pagesSoal FisikaUploaded byHesti DescriptionBerisi soal fisika smk kelas xFull descriptionJump to Page You are on page 1of 6Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. PembahasanKetika suatu zat sedang berada pada proses membeku, maka zat tersebut akan mengalami perubahan wujud dari wujud cair menjadi wujud padatnya. Pada saat proses membeku, zat akan melepaskan kalor. Umumnya, ketika suatu zat melepaskan kalor, maka suhu zat tersebut akan berkurang atau menurun. Namun, ketika proses membeku, suhu zat akan tetap walau zat tetap melepaskan kalor. Hal tersebut terjadi karena kalor yang dilepaskan tidak digunakan untuk menurunkan suhu zat melainkan digunakan untuk mengurangi kecepatan gerak zat cair agar berubah wujud menjadi zat suatu zat sedang berada pada proses membeku, maka zat tersebut akan mengalami perubahan wujud dari wujud cair menjadi wujud padatnya. Pada saat proses membeku, zat akan melepaskan kalor. Umumnya, ketika suatu zat melepaskan kalor, maka suhu zat tersebut akan berkurang atau menurun. Namun, ketika proses membeku, suhu zat akan tetap walau zat tetap melepaskan kalor. Hal tersebut terjadi karena kalor yang dilepaskan tidak digunakan untuk menurunkan suhu zat melainkan digunakan untuk mengurangi kecepatan gerak zat cair agar berubah wujud menjadi zat padat. - Joseph Black menyatakan suhu adalah nilai yang terukur pada termometer, sedangkan kalor merupakan sesuatu yang mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Kemudian Benjamin Thompson mengatakan, kalor bukanklah zat alir, melainkan suatu bentuk energi yang dihasilkan dari suatu mekanis, seperti gesekan dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, definisi kalor adalah suatu bentuk energi yang dipindahkan oleh benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Pengaruh kalor terhadap wujud benda Besarnya kalor suatu zat menunjukkan berapa besar energi kinetik dari partikel penyusunnya. Pengaruh kalor terhadap suatu benda selain mengubah suhu, tetapi juga perubahan wujud zat. Sebagai contoh sebuah sendok yang dicelupkan ke dalam gelas berisi air panas. Suhu sendok lebih rendah daripada suhu air sehingga energi panas akan mengalir dari air ke sendok. Baca juga Termometer dan Jenisnya Hal ini mengakibatkan suhu sendok menjadi naik. Dengan demikian, kalor dapat mengubah suhu suatu benda. Satuan kalor dalam SI aadalah joule, sedangkan satuan kalor lain yang juga sering digunakan adalah kalori. Satu kalori ditetapkan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan satu gram air sehingga suhunya naik satu derajat selsius. 1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori Secara umum, energi kalori diberikan pada benda melalui pemansan. Dari pemanasan akan timbul kenaikan suhu yang merupakan tanda bahwa suatu benda telah diberikan energi kalor. Baca juga Pembagian Iklim Menurut Junghuhn, Köppen, Schmidt-Ferguson, dan Oldman Pengaruh kalor terhadap suhu benda Kalor atau panas merupakan suatu bentuk energi, sedangkan suhu merupakan ukuran atau tingkat panas benda. Pada umumnya, suhu akan naik jika menyerap kalor dan turun jika melepaskan kalor. Semakin lama pemanasan, artinya kalor yang diterima air semakin besar dan suhu air semakin tinggi. Sehingga besarnya kalor Q yang diberikan pada sebuah benda sebanding dengan kenaikan suhu benda itu ΔT. Q = ΔT KeteranganQ = kalor jouleΔT = perubahan suhu K atau derajat selsius Sedangkan untuk menaikkan suhu yang sama, dua kilogram air lebih lama atau perlu kalor lebih banyak dari satu kilogram air. Baca juga Pengertian Gaya, Rumus, dan Macamnya Jumlah kalor yang diserap benda untuk menaikkan suhu yang sama adalah sebanding dengan massa benda, rumusnya Q = m Keterangan Q = kalor joulem = massa zat kilogram Untuk menaikkan suhu yang sama, jumlah massa zat sama, tetapi jenis zat berbeda membutuhkan kalor yang juga berbeda. Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu bergantung pada jenis zat c, rumusnya Q = c Keterangan Q = kalor joulec = kalor jenis zat j/kg derajat selsius Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh satu kilogram zat untuk menaikkan suhunya sebesar satu derajat selsius. Dari tiga rumus tersebut, dapat disimpulkan bahwa kalor yang dilepas atau diterima zat ketika berubah suhunya, bergantung pada massa zat, jenis zat, dan perubahan suhu. Sehingga dapat ditulis Q = Keterangan Q = kalor joulem = massa zat kilogramc = kalor jenis j/kg derajat selsiusΔT = perubahan suhu k atau derajat selsius Ilustrasi es yang meleleh Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

suatu zat jika suhunya berkurang artinya zat tersebut